March 23, 2014

Deep Indonesia 2014

deep sea 1

http://kasakusuk.com/feng-shui-ala-kasakusuk-di-pameran-deep-indonesia-2014/

Ini berita menarik bagi para penggemar feng shui. Tanggal 27-30 Maret, kesempatan bagi siapa saja berkonsultasi dengan master feng shui klasik dan astrologi, Gunadi Wwidjaja di areal pameran DEEP INDONESIA 2014, di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta. Bagi yang berminat dan tertarik, datang dan cari booth KasaKusuK, Gunadi Wwidjaja menunggu anda di sana. Continue reading

March 10, 2014

Indonesia

[tab]
[tab_item title=”wikipedia”]ADD_CONTENT_HERE[/tab_item]

[tab_item title=”Maret 2014″]Inilah adalah pergerakan planet antara tanggal kelahiran Indonesia 17 -08-1945 jam 10 .10 wib dengan pergerakan Dinamik selama bulan Maret 2014.

Juga saya sertakan Interpretasi aspek aspek yang terjadi.

Ini adalah analisa 1 bulan selama bulan Maret untuk Indonesia.

Indonesia – Natal Chart
Aug 17 1945, 10:10:03 am, JT -7:30
jakarta Indonesia, 06°S10′, 106°E48′
Geocentric Lahiri Zodiac
Placidus Houses, Mean Node Continue reading

March 8, 2014

7 hari dalam seminggu

7 hari dalam seminggu

7 Hari dalam seminggu – Senin – Selasa-Rabu-kamis-Jumat-Sabtu-Minggu

Kenapa Hari Selasa dan Sabtu – banyak orang menganggap sebagai hari Pantangan untuk pulang ke rumah dari rumah sakit, melakukan hal hal penting seperti pembukaan Toko, kantor dan memulai suatu pekerjaan. Continue reading

March 8, 2014

Doa/Mantra/Puja/Japa/Kidung/Wirid/Rapalan/Dzikir

Doa/Mantra/Puja/Japa/Kidung/Wirid/Rapalan/Dzikir

Prinsip Kerja:

1. Suatu Kalimat (Doa/Mantra/Puja/Japa/Kidung/ Wirid/Rapalan/Dzikir dsb…) yang diucapkan berulang sama halnya dengan AFIRMASI yang akan menghasilkan Vibrasi Frekuensi diOtak kita berupa Impulse Listrik (Frekuensi dapat dihasilkan melalui aliran Listrik yang disetting sedemikian rupa ).

2. Vibrasi Frekuensi yang terjadi akan menstimulus PINEAL GLAND (otak Kecil yang Nyempil ditengah2) untuk menSyncronoze/mensinergiskan/ mensetting/Tuning Frekuensi sesuai dengan Niat/Tujuan dari Kalimat tersebut.

3. Ketika Frekunsi.nya sudah SAMA (Matching), maka Kalimat yang diAfirmasikan tadi akan menghasilkan Bentuk Energi sesuai dengan Kehendak Doa/Mantra/Puja/Japa/Kidung/ Wirid/Rapalan/Dzikir tersebut.

4. Tingkat Keberhasilan Kalimat tersebut sangat tergantung kepada Tingkat KeYAKINan kita pada Kalimat tersebut, dari KeYAKINan inilah akan muncul KePercayaanDiri kita;

Sebaliknya.. bila kita Ragu, maka akan menDistorsi Frekuensi yang ingin kita Transformasikan dan mengganggu proses Syncronize Frekuensi pada Pineal Gland.

 5. Dari sini.. Ketika sudah masuk ke Ranah Energi (Everything is Energy) alias Konsep ONENESS, tinggal tergantung Media Rambatan.nya untuk interaksi Energi tersebut mau melalui Alam Semesta, mau melalui Entitas, dsb… yah monggo saja. _____ Pendapat pribadi, tolong koreksi saya jika salah

By Wayan  sandi

March 8, 2014

Satu Suro

Satu Suro

Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).

Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.

Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumat legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.

Tradisi saat malam satu suro bermacam-macam tergantung dari daerah mana memandang hal ini, sebagai contoh Tapa Bisu, atau mengunci mulut yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh, menghadapi tahun baru di esok paginya.

Tradisi lainnya adalah Kungkum atau berendam di sungai besar, sendang atau sumber mata air tertentu, Yang paling mudah ditemui di Jawa khususnya di seputaran Yogyakarta adalah Tirakatan (tidak tidur semalam suntuk) dengan tuguran (perenungan diri sambil berdoa) dan Pagelaran Wayang Kulit. Di antara tradisi tersebut ada juga sebagian masyarakat yang menggunakan malam satu suro sebagai saat yang tepat untuk melakukan ruwatan.

Kedatangan tahun baru biasanya ditandai dengan berbagai kemeriahan, seperti pesta kembang api, keramaian tiupan terompet, maupun berbagai arak-arakan di malam pergantian tahun.

Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri.

 Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa).

Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat.

Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi).

Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah.

Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa.

Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Cara yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk berinstrospeksi adalah dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu.

Lelaku malam 1 Suro, tepat pada pukul 24.00 saat pergantian tahun Jawa, diadakan secara serempak di Kraton Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Di Kraton Surakarta Hadiningrat kirab malam 1 Suro dipimpin oleh Kebo Bule Kyai Slamet sebagai Cucuking Lampah.

Kebo Bule merupakan hewan kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat. Di belakang Kebo Bule barisan berikutnya adalah para putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka, kemudian diikuti masyarakat Solo dan sekitarnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sragen dan Wonogiri.

Sementara itu di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati Malam 1 Suro dengan cara mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton yang diikuti oleh ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Selama melakukan ritual mubeng beteng tidak diperkenankan untuk berbicara seperti halnya orang sedang bertapa. Inilah yang dikenal dengan istilah tapa mbisu mubeng beteng.

Selain di Kraton, ritual 1 Suro juga diadakan oleh kelompok-kelompok penganut aliran kepercayaan Kejawen yang masih banyak dijumpai di pedesaan. Mereka menyambut datangnya tahun baru Jawa dengan tirakatan atau selamatan.

Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan.

Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan.

Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro.

Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro.

Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri.

Dan bukankah introspeksi tak cukup dilakukan semalam saat pergantian tahun saja? Makin panjang waktu yang digunakan untuk introspeksi, niscaya makin bijak kita menyikapi hidup ini. Inilah esensi lelaku yang diyakini masyakarat Jawa sepanjang bulan Suro.

 

March 8, 2014

MH370 MAS – KL – Beijing

[tab]
[tab_item title=”Detik com”]ADD_CONTENT_HERE[/tab_item]
[tab_item title=”I Ching “] Dengan menggunakan metode Iching di dapat hex seperti gambar di bawah ini .

Secara ringkas, saya percaya bahwa pesawat tidak  jatuh di air tapi di gunung dan lembah.  dan kemungkinan besar semua penumpang tewas.KL- MH370 to beijing ichingADD_CONTENT_HERE[/tab_item]
[tab_item title=”ITEM_TITLE”]ADD_CONTENT_HERE[/tab_item]
[/tab]

Kuala Lumpur – Nyaris 15 jam berlalu semenjak dinyatakan hilang kontak, pihak maskapai Malaysia Airlines masih belum berhasil menemukan lokasi pesawat dengan nomor penerbangan MH370. Upaya pencarian terus dilakukan dengan bekerja sama dengan sejumlah negara.

Posisi terakhir pesawat Boeing 777-200 tersebut sebelum menghilang dari radar yakni pada 065515 Lintang Utara dan 1033443 Bujur Timur. Lokasi tersebut dilaporkan berada di atas Laut China Selatan. Pesawat tersebut terakhir kali kontak dengan Subang Air Traffic Control pada Sabtu (8/3) pukul 02.40 waktu setempat, atau 2 jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur.

“Kami masih terus berusaha mencari lokasi terkini pesawat berdasarkan lokasi terakhirnya. Kami bekerja dengan tim pencari dan penyelamat internasional untuk mencari lokasi pesawat,” demikian bunyi pernyataan resmi Malaysia Airlines, Sabtu (8/3/2014).

http://news.detik.com/read/2014/03/08/171652/2519928/1148/15-jam-sejak-hilang-kontak-pesawat-malaysia-airlines-belum-ditemukan?9922022
KL beijing MH 370  Ziwei

March 8, 2014

H.A.A.R.P

[youtube height=”HEIGHT” width=”WIDTH”]http://www.youtube.com/watch?v=LsgrRmHW8ro&noredirect=1[/youtube]

H.A.A.R.P

HAARP is a weapon of mass destruction.

Radio Waves strong enough to cause earthquakes are controlled by the U.S. military.

It’s the largest ionospheric heater in the world. Capable of heating a 1000 square kilometer area of the ionosphere to over 50,000 degrees.

It’s also a phased array. Which means it’s steer-able and those waves can be directed to a selected target area. What they have found is that by sending radio frequency energy up and focusing it, as they do with these kinds of instruments, it causes a heating effect.

And that heating literally lifts the ionosphere within a 30 mile diameter area therein changing localized pressure systems or perhaps the route of jet streams. Moving a jet stream is a phenomenal event in terms of man being able to do this.

The problem is we cannot model the system adequately. Long term consequences of atmospheric heating are unknown. Changing weather in one place can have a devastating downstream effect.  And H.A.A.R.P. has already been accused of modifying the weather.

http://www.bariumblues.com/haarp1.htm

http://globalresearch.ca/articles/CHO409F.html

 

March 8, 2014

Mengapa Sholat harus 5 waktu

Mengapa Sholat harus 5 waktu

MENGAPA SHALAT ITU HARUS 5 WAKTU ? ~Ini adalah posting ulang dalam diskusi dengan salah satu sedhulur di SI ini tentang dasar teologis penentuan 5 waktu~ Kalo jawaban simplenya ya krn memang spt itu perintah NYA.

Tapi saya coba sharing kan pengalaman spiritual saya. Ini berdasarkan apa yg saya alami sendiri.

Meskipun ada juga dalil (hukumnya), tapi yg saya sharingkan lebih pada pengalaman spiritual pribadi. Jadi shalat itu waktunya ditentukan berdasarkan pergerakan ‘Bumi vs Matahari’ , dimana di tiap-tiap titik posisi Bumi, kadar ENERGI yg diterima Bumi dan semua mahluk di dalamnya akan berbeda.

Yg krusial adalah waktu Subuh dan Maghrib, krn merupakan pergantian waktu antara Gelap-Terang (dan sebaliknya). Dari 2 itu, yg paling krusial adalah Subuh, karena: – terbitnya fajar adalah saat turunnya ENERGI utk beraktifitas – fajar juga saat bangunnya manusia, dimana saat tidur JIWA manusia itu ‘ditahan’ oleh Allah (ini ada dalil hadist nya). Sehingga menurut ajaran Rasul: “Shalat Subuh itu disaksikan malaikat….” Sehingga teknisnya Subuh dipermudah, cukup 2 rakaat saja.

Sementara Maghrib yg merupakan ANTI-TESA nya, juga cukup 3 rakaat. Waktu lainnya (Dzuhur, Ashar & Isya) semua dilakukan dalam 4 rakaat. Dzuhur saat matahari tegak lurus bumi, secara BIOLOGIS, waktu inilah metabolisme tubuh mencapai puncaknya. Krn itu distabilkan dgn shalat Dzuhur. Ashar adalah saat matahari condong menjelang terbenam, secara FISIOLOGIS, ini adalah menjelang batas akhir waktu kerja, jadi kembali distabilkan dnegan shalat Ashar. Sementara Isya adalah pengantar istirahat malam.

Diluar shalat 5 waktu itu, sebelum RESMI turun perintah Shalat, ibadah shalat yg dilakukan Rasul adalah TAHAJUD (Shalat Malam), karena Islam adalah ajaran untuk kontemplasi. Sementara waktu malam, diatas jam 24.00 secara spiritual, frekuensi nya sangat baik secara KOSMIK.

Nah…, setelah perintah shalat 5 waktu turun, posisi TAHAJUD hanya sebagai shalat sunah (tambahan). Meskipun begitu, dari semua shalat-shalat sunah yg ada, HANYA tahajud yg diperintahkan secara gamblang dalam Quran. Ini menunjukkan pentingnya TAHAJUD sebagai media kontemplasi dalam frekuensi kosmik tinggi. Saya pribadi, dalam perjalanan spiritual saya, beruntung bisa “Menangkap’ level ENERGI yg berbeda-beda dari 5 waktu shalat itu.

Dan dalam perenungan saya, fungsi utama shalat 5 waktu adalah sebagai ADJUSTMENT, dimana gelombang otak selama seharian bergerak spt kurva ‘Sinusoidal’ (Naik-Turun) sebagai dampak dari berbagai aktifitas yg kita lakukan. Sehingga shalat akan meng-ADJUST gelombang otak kembali ke garis NORMAL… Sementara TAHAJUD, adalah media kontemplasi diluar shalat 5 waktu itu…

By Thommy Setiawan

March 8, 2014

4000 tahun Peradaban Manusia

4000 tahun peradaban manusia

By Gunadi Wwidjaja on Sunday, December 29, 2013 at 10:44am
March 8, 2014

Astral Traveling

Astral Traveling

By Gunadi Wwidjaja on Tuesday, September 3, 2013 at 12:47am

Apakah perjalanan Astral tsb dan bagaimana melakukannya, saya copy pastekan dari blog teman kita.  

Cara melakukan astral projection –  Continue reading